PR
PR? Apa itu PR?
Engkau t'lah menjelajah hidupku tuk berpuluh-puluh tahun..
Menemaniku dalam kesepian karena saat itu ku sedang mengerjakanmu..
Para sesepuh guru memanggil akrab namamu dengan "tugas", itu nama tengahmu bukan?
Menculik sebagian waktu liburanku tuk sementara, sementara, lalu menjadi lama..
Ku setia mengerjakanmu satu buku demi satu buku, berharap kau kan selesai..
Namun, apa yang kau balas terhadap perlakuanku kepadamu?
Engkau tak pernah habis, aku murka..
Mengingat, ingin ku raih prestasiku..
Sebagaimana lazimnya, kau akan terus kukerjakan..
Aku mengerti, PR itu selalu ada hikmahnya..
Violet Violin
Senandung kesunyian batin menguap menyambut kehadiranmu..
Melukis kesuraman bait-bait insan, mengoyak batinku hingga terdalam..
Kakiku bersimpuh kaku, tanganku beku, lalu melumpuhkanku..
Semesta mengajarkanku sebuah arti menghargai, namun secepat itukah?
Hanya sekilas bagai bintang tak berkecepatan, apakah kau membatasi langkahku mengejarmu?
Suram tidak sepenuhnya menyeramkan, tidak sepenuhnya pula menyenangkan..
Seperti bayang-bayangmu yang bermuka dua..
Seperti angin yang membutuhkan awan, lalu awan dihempaskan jauh hingga menemui angin baru..
Pasir
Ada seonggok batu, batu itu keras, batu itu besar, dan batu itu kuat!
Batu itu angkuh, mengolok tanah yang lembek, pohon yang lemah, seperti dirinyalah yang paling hebat, paling sempurna..
Lalu hujan badai turun, menasehati batu agar meninggalkan tabiat buruknya.
Batu tetap tak bergeming, menganggap badai bukanlah alasan tuk ditakuti, batu tetap merasa dia yang paling sempurna..
Semua komponen alam lalu tersenyum, mengasihani batu yang tak kunjung sadar..
Tak terduga, secepat kilat, kilatan petir angkasa mengakhiri keangkuhan batu..
Perlahan memecah, batu pecah!
Pecah dengan kepingan-kepingan angkuhnya, ia tak bisa apa-apa..
Hujan pun turun dalam kurun waktu yang tak wajar..
Batu pun terkikis, terkikis bersama keangkuhannya..
Menjadi serpihan kecil yang sangat lembut, benarkah itu batu?
Bukan, itu adalah pasir..
Pasir yang tenang dan lembut, dan tak angkuh lagi..
PR? Apa itu PR?
Engkau t'lah menjelajah hidupku tuk berpuluh-puluh tahun..
Menemaniku dalam kesepian karena saat itu ku sedang mengerjakanmu..
Para sesepuh guru memanggil akrab namamu dengan "tugas", itu nama tengahmu bukan?
Menculik sebagian waktu liburanku tuk sementara, sementara, lalu menjadi lama..
Ku setia mengerjakanmu satu buku demi satu buku, berharap kau kan selesai..
Namun, apa yang kau balas terhadap perlakuanku kepadamu?
Engkau tak pernah habis, aku murka..
Mengingat, ingin ku raih prestasiku..
Sebagaimana lazimnya, kau akan terus kukerjakan..
Aku mengerti, PR itu selalu ada hikmahnya..
Violet Violin
Senandung kesunyian batin menguap menyambut kehadiranmu..
Melukis kesuraman bait-bait insan, mengoyak batinku hingga terdalam..
Kakiku bersimpuh kaku, tanganku beku, lalu melumpuhkanku..
Semesta mengajarkanku sebuah arti menghargai, namun secepat itukah?
Hanya sekilas bagai bintang tak berkecepatan, apakah kau membatasi langkahku mengejarmu?
Suram tidak sepenuhnya menyeramkan, tidak sepenuhnya pula menyenangkan..
Seperti bayang-bayangmu yang bermuka dua..
Seperti angin yang membutuhkan awan, lalu awan dihempaskan jauh hingga menemui angin baru..
Pasir
Ada seonggok batu, batu itu keras, batu itu besar, dan batu itu kuat!
Batu itu angkuh, mengolok tanah yang lembek, pohon yang lemah, seperti dirinyalah yang paling hebat, paling sempurna..
Lalu hujan badai turun, menasehati batu agar meninggalkan tabiat buruknya.
Batu tetap tak bergeming, menganggap badai bukanlah alasan tuk ditakuti, batu tetap merasa dia yang paling sempurna..
Semua komponen alam lalu tersenyum, mengasihani batu yang tak kunjung sadar..
Tak terduga, secepat kilat, kilatan petir angkasa mengakhiri keangkuhan batu..
Perlahan memecah, batu pecah!
Pecah dengan kepingan-kepingan angkuhnya, ia tak bisa apa-apa..
Hujan pun turun dalam kurun waktu yang tak wajar..
Batu pun terkikis, terkikis bersama keangkuhannya..
Menjadi serpihan kecil yang sangat lembut, benarkah itu batu?
Bukan, itu adalah pasir..
Pasir yang tenang dan lembut, dan tak angkuh lagi..






Tidak ada komentar:
Posting Komentar